Sepertinya saya ini
obsesif kompulsif. Entah karena mentalitas instan, atau memang kerja
otak yang radial, saya cenderung memikirkan segala sesuatu yang belum
terjadi. Ego saya menyebutnya 'Perencanaan terbaik', tapi pikiran
jernih saya sih bilang ini 'Khayalan yang kekanak-kanakan'.
Kenapa?
Karena saya merencanakan
segala sesuatu terlalu jauh
dan terlalu lebar.
Jika saya memikirkan isu A, dengan segera otak saya merambah A1, A2, A3, sampai An. Setelah itu, jika A1 terjadi, maka AA, AB, AC, AD, sampai An. Teruuuuuss, sampai saya termehek-mehek di F105.
Jika saya memikirkan isu A, dengan segera otak saya merambah A1, A2, A3, sampai An. Setelah itu, jika A1 terjadi, maka AA, AB, AC, AD, sampai An. Teruuuuuss, sampai saya termehek-mehek di F105.
Mengingkari
pinsip SMART (Specific, Measurable, Attainable, Realistic, Timely),
pikiran saya merancang jauh kedepan, membentuk realita yang ingin
saya miliki atau mungkin saya temui di masa yang akan datang.
Bukannya berfokus pada bagaimana
cara mencapainya,
saya berfokus pada apa
yang saya rasakan
saat hal itu datang -jika memang datang.




